Home » Sosial » Punya Tugas Mulia, Mensos Minta Pekerja Sosial Terus Berikan yang Terbaik

Punya Tugas Mulia, Mensos Minta Pekerja Sosial Terus Berikan yang Terbaik

Views : 53 views
38473-kemensos

Pekerja Sosial (Peksos) saat ini harus mampu mengantisipasi dan menyesuaikan perubahan yang ada di masyarakat, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan sosial. Hal tersebut merupakan tugas mulia yang harus dikerjakan dan para peksos diminta tidak berkecil hati dan terus memberikan pengabdian terbaiknya di tengah tugas yang semakin kompleks.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini memotivasi Peksos agar bekerja sungguh-sungguh dan penuh pengabdian. “Kebanyakan orang menilai peksos merupakan pekerjaan sekedarnya. Padahal sebenarnya, tugas peksos ini berat, karena menghadapi penyandang disabilitas dan sebagainya. Walaupun berat dan dianggap remeh, tugas ini grade nya tinggi di mata Tuhan,” kata Mensos dalam Webinar Peringatan Hari Pekerjaan Sosial Sedunia yang diselenggarakan oleh Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI),Selasa (15/3/2022).

Mensos menyatakan tantangan tugas pekerja sosial cukup berat, kasus-kasus kekerasan termasuk kekerasan seksual terhadap anak-anak cenderung meningkat. “Jadi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa merespon tantangan dengan cepat. Jika kita bisa berikan yang terbaik, kita berikan. Jangan kemudian kita mengukur pekerjaan sosial dengan angka-angka,” katanya.

Untuk mengatasi kompleksitas tantangan, Mensos juga berpesan agar Peksos memperkuat kolaborasi. “Perkuat kerja sama dengan orang lain, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Kita bergandengan tangan seperti dengan Tagana, PSM dan Pilar Sosial lain,” katanya. Dengan bergandengan tangan dan bekerja sama, Mensos yakin kita akan mampu menyelesaikan permasalahan sosial. “Kita akan lebih siap memberikan pelayanan kepada mereka yang membutuhkan,” ucap Mensos.

Hal ini sesuai tema Hari Pekerjaan Sosial Sedunia 2022 yang jatuh pada 15 Maret 2022 “Bersama Membangun Dunia Eko-Sosial Baru: Tidak Meninggalkan Seorangpun”. Tema ini menyajikan visi dan rencana aksi untuk menciptakan nilai, kebijakan, dan praktik global baru berkelanjutan yang mengembangkan kepercayaan, keamanan, dan keyakinan bagi semua orang. Bahwa segala pembangunan yang dilakukan dapat dirasakan bagi semua orang.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) IPSPI, Widodo Suhartoyo, mengatakan profesi pekerja sosial masih menghadapi stigma, diremehkan, dipinggirkan, dan mendapatkan imbalan yang tidak sesuai bahkan dibayar rendah dalam konteks upah minimum.

Menurutnya, IPSPI perlu melakukan beberapa kegiatan untuk mempertegas peranan pekerja sosial di Indonesia antara lain pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), sumpah profesi, izin praktik, standar kompetensi pekerja sosial, dan kegiatan lain yang relevan.

“Hari Pekerjaan Sosial Sedunia 2022 ini diharapkan juga akan menjadi kesempatan utama bagi profesi pekerja sosial untuk melibatkan semua jaringan dan komunitas praktik Pekerjaan Sosial pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang memungkinkan semua orang dihormati martabatnya melalui masa depan bersama,” kata Widodo.

Bagikan ini:

Posted in

Jangan Lewatkan