Home » Pembangunan » DINILAI TIDAK TRANSPARAN. LSM APIJ PERTANYAKAN ANGGARAN PENGAWASAN PROYEK PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN KUMUH GRESIK

DINILAI TIDAK TRANSPARAN. LSM APIJ PERTANYAKAN ANGGARAN PENGAWASAN PROYEK PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN KUMUH GRESIK

Views : 284 views
NSUP Gresik

Sidoarjo, JP.

Dari uraian yang tertera di papan proyek Pekerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Pesisir Timur Segmen Heritage, Gresik (NSUP) Tahun Anggaran (TA) 2021, diketahui bahwa yang menjadi pemenang untuk pekerjaan Konsultan Pengawas yakni PT. Prospera Consulting Engineers (PCE), beralamat di Jl. Mampang Prapatan Raya No.100 Jakarta Selatan.

Tetapi ironisnya, dari hasil penelusuran BPW Jawa Timur LSM Aliansi Perduli Indonesia Jaya (APIJ) di mesin pencarian google maupun Laman LPSE Kementerian PUPR tidak ditemukan adanya paket pekerjaan pengawasan pada pelaksanaan pekejaaan NSUP Gresik.

Setelah memperoleh informasi dari BPW Jawa Timur LSM APIJ (28/10), Media JP turut mencari rekam jejak PT. PCE di mesin pencarian google dan  Laman LPSE Kementerian PUPR. Dari hasil penelusuran diketahui bahwa PT. PCE tidak pernah mendapatkan pekerjaan menjadi Konsultan Pengawas di pekerjaan NSUP Gresik.

Mutu manhole cast iron diduga tidak sesuai spek

Terkait hal tersebut, redaksi Media JP dan juga Ketua BPW LSM APIJ (Bang Ian) sudah melakukan konfirmasi ke Deni selaku Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I Jawa Timur. Tetapi Deni tidak menanggapi pesan whatsapp yang dikirim Media JP maupun LSM APIJ. Padahal dalam pesan whatsapp tersebut turut disertakan hasil tangkapan layar hasil pencarian di LPSE Kementerian PUPR terkait pekerjaan-pekerjaan yang diperoleh PT. PCE mulai tahun 2016-2020.

Lain halnya dengan Deni, Rekyan Puruhita Sari selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek NSUP Gresik malah menyarankan Media JP untuk menghubungi Agus salah satu staf PT. PCE. Menurut Reykan melalui pesan whatsapp disebutkan bahwa PT.PCE tidak berkontrak dengan saya (PPK, red.), kontrak dilaksanakan di Kementerian PUPR (pusat, red.), lanjut isi pesan whatsappnya.

Dari penjelasan yang diberikan Agus saat menghubungi nomor kontak redaksi Media JP, diketahui bahwa PT. PCE langsung mendapat pekerjaan dari Kementerian PUPR di beberapa lokasi pekerjaan mulai tahun 2019, dan lokasinya tersebar.

“Untuk pekerjaan pengawasan pada proyek NSUP kota Probolinggo, NSUP Tulungagung dan di beberapa lokasi lainnya, PT. Prospera juga yang mengerjakan”, ungkap Agus saat menghubungi redaksi Media JP.

PT. Widya Satria tidak memiliki gudang penyimpanan barang/material proyek

Ketika dicecar redaksi Media JP terkait apa nama paket pekerjaan pengawasan tersebut dan berapa nilai anggarannya, Agus tidak dapat menjelaskan, malah berjanji akan memberikan nomor contact pimpinannya yang membawahi wilayah kerja Jawa Timur. Sayangnya sampai berita ini naik cetak, nomor yang yang dijanjikan Agus tidak kunjung diberikan.

Dengan adanya kejanggalan pada anggaran pekerjaan pengawasan NSUP Gresik, LSM APIJ rencananya akan menyurati Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I Jawa Timur dan ditembuskan ke Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI dan juga Itjen Kementerian PUPR RI.

Kepada redaksi Media JP, LSM APIJ membeberkan beberapa poin pertanyaan yang akan diajukan ke Deni selaku Kasatker, diantaranya perihal nama paket pekerjaan pengawasan, kualitas pekerjaan yang dihasilkan PT. Widya Satria pada item pekerjaan aspal hotmix dan Manhole Cast Iron, dimana di beberapa titik lokasi sudah patah, serta cara pemasangannya yang terkesan asal jadi.

Bang Ian juga berjanji akan membawa dugaan pelanggaran pada pelaksanaan kegiatan NSUP Gresik tersebut ke ranah hukum. “Apabila pekerjaan telah PHO, saya dan tim akan melakukan investigasi lanjutan untuk melengkapi foto dan dokumen yang sudah saya miliki, untuk dijadikan barang bukti ke APH“, terang bang Ian.

Bersambung (Redaksi)

Bagikan ini:

Posted in

Jangan Lewatkan